Mengenal Ciri dan Jenis Penyakit Mata

By On Sunday, November 20th, 2016 Categories : Kesehatan

Jenis Penyakit Mata
Ada banyak jenis penyakit mata yang perlu kita ketahui, ada yang bersifat ringan sampai berat, ada pula jenis penyakit mata yang menular dan tidak menular. (Img:herbalizedhealth)

Jenis Penyakit Mata -Mata adalah jendela dunia, sebab mata merupakan organ vital yang mempunyai fungsi sangat penting dalam kehidupan kita. Meskipun begitu, terkadang kita tidak sadar bahwa perilaku-perilaku kita menyebabkan kesehatan mata terganggu seperti penyakit mata. Ada banyak jenis penyakit mata yang perlu kita ketahui, ada yang bersifat ringan sampai berat, ada pula jenis penyakit mata yang menular dan tidak menular. Berikut ulasan mengenai jenis penyakit mata dari Lintas Sehat.

Jenis Penyakit Mata

#1. Penyakit Mata Tidak Menular

Miopi (Rabun Jauh)

Miopi ditandai dengan seseorang yang tidak dapat melihat benda dengan jarak jauh atau dapat melihatnya namun samar-samar. Miopi biasa terjadi pada para pelajar. Jenis penyakit mata ini dapat ditangani menggunakan kacamata berlensa cekung atau negative.

Hipermetropi (Rabun Dekat)

Penyakit mata ini ditandai dengan tidak bisa melihat benda pada jarak dekat, jika melihat dari jarak dekat benda tersebut akan terlihat samar-sama atau tidak jelas. Seseorang yang mengalami rabun dekat biasanya adalah orang tua yang sudah berumur. Jenis penyakit mata ini bisa ditolong dengan bantuan kacamata berlensa cembung atau positif.

Presbiopi

ditandai dengan seseorang yang tidak dapat melihat atau tidak dapat melihat dengan jelas benda dengan jarak dekat maupun jauh. Cara menanganinya yaitu dengan kacamata lensa rangkap (cekung dan cembung).

Rabun Senja

Seseorang yang kurang asupan vitamin A dapat terkena rabun senja. Cirinya yaitu tidak dapat melihat jika senja atau sore hari.

Penyakit Katarak

Mata katarak terjadi karena lensa mata mengalami kekeruhan sehingga terjadilah gangguan pada penglihatan. Biasanya penyakit katarak dialami oleh seseorang yang sudah usia lanjut, yaitu 60 tahun ke atas. Gejala yang terjadi yaitu penglihatan mata berkurang dan mata seolah-olah mengalami kekeruhan. Ada berbagai faktor yang menyebabkan penyakit katarak ini, bisa karena penyakit diabetes, cedera pada mata, dan penggunaan obat-obat tertentu.

Penyakit Mata Glaukoma

Penyakit mata ini mempunyai ciri-ciri pandangan mata mulai kabur, dan pandangan mata ke samping berkurang. Pada dasarnya mata mempunyai tekanan cairan di bola matanya yang berguna untuk mempertahankan fungsi dan bentuk mata. Namun apabila tekanan tersebut terlalu tinggi dapat menjadi masalah, bola mata menonjol dan saraf mata mengalami kerusakan. Glukoma dapat ditangani jika memang masih tahap awal sebelum rusaknya saraf mata dan retina. Penanganan yang tidak baik pada glaukoma dapat berakibat pada kebutaan.

Penyakit Buta Warna

Buta warna dapat dialami seseorang tanpa mengenal usia dan kecerdasan. Seseorang yang cerdas dapat pula mengalami buta warna meskipun tergolong masih muda, karena buta warna merupakan penyakit yang diturunkan. Buta warna ditandai dengan tidak dapat membedakan sebagian warna atau bisa disebut buta warna parsial, dan yang tidak dapat membedakan seluruh warna adalah buta warna menyeluruh.

#2. Penyakit Mata Yang Dapat Menular

Konjungtivitas

Penyakit ini merupakan peradangan yang disebabkan oleh infeksi pada selaput mata. Ciri dari penyakit konjungtivitas adalah mata memerah, berair, keluar kotoran, nyeri, dan penglihatan menjadi kabur, dapat terjadi berbulan-bulan.

Penyebab dari penyakit ini bisa karena asap, debu, bulu, angin, serbu, dan penggunaan lensa kontak yang tidak benar. Kedua, yaitu trakoma. Penyakit ini disebabkan oleh adanya bakteri Chlamydia trachomatis. Gejalanya berupa mata merah, terdapat kotoran, kelopak mata bengkak, dan mata terlihat keruh. Kebanyakan penderita penyakit mata adalah anak-anak.

Semoga informasi tentang penyakit mata ini bermanfaat buat sobat burangir.com

Artikel Kesehatan - Mengenal Ciri dan Jenis Penyakit Mata, is Posted Under Tags: , By burangir | 4.5

Leave a Reply

Leave a Response